Bila orang tersalah, cepat sahaja kita menunding jari.
Bila orang nampak sempurna, bersungguh pula kita mencari
Lubang untuk mencemari
Lupakah..
kita hanya manusia biasa yang berjuta salah?
Jika orang melakukan salah, kita juga bersalah..
Isunya, bagaimana kita menangani kesalahan diri dan orang lain berpandukan petunjuk Allah. Bukan dendam yang sedia tersemai dalam jiwa yang mudah tunduk pada diri sendiri [hawa nafsu].
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Entri terkenal
-
Allah Maha Besar.. Allah Maha Teliti.. Allah Maha Bijaksana.. Allah lebih dekat dengan kita dari urat leher kita.. Allah lebih sayangkan...
-
“Ni sapa punya ni?, kalau tak de sapa tuntut nak masukkan dalam tabung. Banyak duit nih”. Biasa dengar tak frasa sebegini? ni frasa biasa ka...
-
Serabut dengan kata-kata manusia yang tidak sunyi dari mengumpat mengata dan mencela.. Tiba-tiba terjumpa mutiara kata dari Tuhan Yang Maha ...
-
Bukan tidak pernah dengar.. Al-Quran itu mukjizat dan panduan hidup.. Nabi dan rasul itu contoh tauladan.. Juga bukan tidak tahu apa ma...
-
Tulisan kali ini berpandukan sebuah tulisan Muhammad Quthb. -bukan sayyid Quthb tau- Ini adik Sayyid Quthb. Kupasan dari sebuah hadith: ...
-
Assalamualaykum warahmatullah, Siapa boleh tahan dari buang air selama berjam-jam?? tidak kesah lah kecil atau besar. eh, apala mutiar...
-
Oleh Hassan Al-Banna. Berikut adalah ringkasan nota dari tulisan As-syahid Imam Hassan Al-Banna. >> Maksud jihad >> Keuta...
-
“Dan orang-orang Ansar yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum kedatangan orang muhajirin, mereka menyintai orang yang b...
-
kata org dakwah hmm.. kita bukan nak hafal quran sahaja.. kena faham juga isi kandungannya.. baca quran celah gigi (lancar), Tapi tid...
-
Pernahkah kita meluangkan masa untuk berfikir, mengapa kita begitu liat untuk melakukan perbuatan yang mendatangkan pahala? Bukan kita tid...


Tiada ulasan:
Catat Ulasan